Hubungi kami (021) 7205788 |  FAQ
Daftar |  Masuk

Mengapa Kami

Tentang AeroTicket

AeroTicket hadir sejak tahun 2011 merangkul ribuan mitra usaha yang tersebar di seluruh Indonesia (dan luar negeri) untuk bersinergi dalam menggarap pasar penjualan tiket pesawat yang semakin potensial. AeroTicket didirikan selain dengan semangat bisnis, juga dengan semangat membangun perekonomian bangsa dengan memberikan kemudahan bagi para entrepreneur untuk memasuki bisnis perjalanan (travel). Aplikasi dan sistem AeroTicket dibangun dengan prinsip sebagai berikut:

Mudah.

  • Adanya kesenjangan (gap) antara teknologi yang semakin maju dan kompleks membuat masyarakat yang tidak memiliki atau kekurangan akses terhadap teknologi semakin tertinggal. AeroTicket berusaha menghilangkan gap tersebut dengan membuat aplikasi dan sistem yang mudah digunakan oleh orang yang awam dengan teknologi sekalipun.
  • Bagi orang yang belum terbiasa, memasuki industri perjalanan (travel industry)  tanpa pengalaman akan sangat membingungkan. AeroTicket menjawab dengan mempermudah dan mempersingkat prosesnya, hingga bisnis ini dapat dijalankan oleh siapapun. Hampir semua proses di dalam aplikasi dan sistem kami hanya melibatkan interaksi antara pengguna (agen) dengan sistem.
  • Memasuki industri travel memerlukan investasi uang dan tenaga yang tidak sedikit. AeroTicket “menghilangkan” berbagai investasi dan prosedur hingga agen dapat langsung menjalankan bisnis (transaksi) di menit yang sama saat dia terdaftar di sistem.

Fleksibel.

Kami percaya bahwa motivasi terbaik untuk menjalankan bisnis harus datang dari diri sendiri. Karenanya AeroTicket tidak memberikan target atau membebani agen dengan berbagai syarat dalam menjalankan bisnisnya. Agen tidak dibebani dengan jumlah minimum deposit, target penjualan, dan hal lain. Bisnis keagenan AeroTicket juga tidak menuntut Agen harus memiliki tempat, karyawan, badan hukum dsb. Bisnis ini sangat fleksibel, bahkan Agen dapat menjalankannya sambil duduk di dalam perjalanan pulang kantor di bus, kereta, dsb melalui perangkat genggamnya (smartphone). Kami ingin agen berkonsentrasi pada satu hal: berkembang.

Lengkap.

AeroTicket kami desain sedemikian rupa sehingga dapat terus berkembang dan melengkapi diri dengan berbagai produk dan layanan. Pada 2011 AeroTicket hadir hanya dengan layanan Penerbangan Domestik. Saat ini AeroTicket semakin lengkap dengan berbagai produk dan layanan yang terus ditambahkan tanpa mengenakan biaya tambahan untuk agen. Layanan yang saat ini tersedia antara lain:

  • Pembelian tiket pesawat domestik & internasional
  • Pembelian tiket kereta api (KAI)
  • Pembelian tiket kereta bandara (Railink)
  • Pembelian tiket shuttle/travel (Xtrans, DayTrans, Cipaganti, Baraya, dsb)
  • Pembelian tiket Bus (KramatDjati)
  • Pembelian asuransi perjalanan (Asuransi Sinar Mas)
  • Pembelian voucher pra bayar/token (PLN, Pulsa GSM/CDMA, game, dsb)
  • Pembayaran tagihan (PLN, Telkom, GSM/CDMA Prabayar, internet, PDAM, dsb)
  • Pembelian Paket tour hotel
  • Pemesanan kamar Hotel (domestik & internasional)

Selain itu, dalam rangka memberi kemudahan untuk para agennya, AeroTicket pun semakin melengkapi metode pembayaran dengan menjalin kerjasama dengan beberapa bank terkemuka di Indonesia:

  • BCA KlikPay
  • Mandiri Direct Debit
  • Mandiri eCash
  • Mandiri SMS Banking
  • Indomaret
  • Jaringan ATM ALTO
  • CIMB Clicks
  • BNI
  • Kartu Kredit Visa/MasterCard
  • dst

Selain beragam produk, layanan serta metode pembayaran, AeroTicket juga semakin lengkap dengan hadirnya aplikasi perangkat genggam (Mobile App) dalam beragam platform, antara lain:

Menguntungkan

Berangkat dengan prinsip win-win, AeroTicket memliki skema komisi yang menarik untuk para agen. Skema yang dimaksud adalah skema commision sharing dengan persentase yang besarnya progresif kepada para mitra/agen. Komisi Progresif artinya persentase komisi agen akan semakin besar seiring dengan makin giatnya agen bertransaksi. Persentase progresif ini sebesar 50% – 70%. Di luar komisi ini, agen sendiri dapat menambahkan margin yang bisa diukur sendiri oleh agen. Penambahan margin sendiri 100% adalah milik agen.

Banyak dari Agen AeroTicket yang balik modal (break even) hanya dalam beberapa hari. Tentunya jumlah keuntungan yang dapat diraup oleh agen sangat tergantung oleh keaktifan agen itu sendiri. Untuk melihat simulasi profit yang bisa dihasilkan, silakan akses halaman simulasi profit ini.

Sekilas Potensi Penumpang Pesawat di Indonesia

Indonesia memiliki potensi pertumbuhan penumpang pesawat yang sangat besar. Mengutip dari situs www.investor.co.id (Investor Daily) pada artikelnya tanggal 4 Desember 2013: “Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah penumpang penerbangan tahun depan menembus 100 juta orang atau tumbuh 15% dibanding realisasi tahun ini. Pertumbuhan penumpang tersebut mengharuskan adanya peningkatan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan di sektor penerbangan.

Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan mengatakan, jumlah penumpang pada 2012 telah meningkat sekitar 19% dari sekitar 60 juta pada 2011 menjadi 90 juta penumpang. “Sedangkan kontribusi terbesar, jumlah penumpang masih didominasi dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar 57 juta,” kata dia saat membuka Ramp Check Campaign di Cengkareng, Tangerang, Banten, Selasa (3/12).

Pertumbuhan jumlah penumpang tersebut juga mendongkrak pergerakan pesawat dari sekitar 566.000 pada 2011 menjadi di atas 684.000 pada 2012. Peningkatan jumlah pergerakan pesawat maupun penumpang menandakan terjadi pergeseran animo masyarakat yang sebelumnya menggunakan transportasi darat dan laut ke udara.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Harry Bakti S Gumay menambahkan, jumlah penumpang akan meningkat berkisar 10-15% pada tahun depan menjadi di atas 100 juta orang seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok sekitar 6%. “Karena itu, kami harus meningkatkan keselamatan di penerbangan,” kata dia.”

Mengutip pula data yang dirangkum oleh BPS di beberapa bandara utama (Jakarta, Medan, Surabaya, Bali dan Makassar), memang lonjakan tersebut sangat beralasan. Berikut data jumlah penumpang yang berangkat dari kelima bandara tersebut untuk penerbangan domestik.

Statistik-Penumpang-2011-2013

Dari data tersebut, terlihat bahwa jumlah penumpang pesawat akan terus meningkat seiring dengan semakin baiknya kualitas layanan penerbangan serta infrastruktur yang terus dibangun pemerintah. Jumlah rute penerbangan yang bertambah juga menjadi indikasi semakin sehat dan tumbuhnya industri penerbangan di Indonesia. Pada tahun 2012 terdapat 249 rute pernerbangan domestik yang meningkat menjadi 270 rute pada akhir 2013 lalu. Peningkatan ini tentunya akan membuat bisnis penjualan tiket semakin bergairah dan memiliki potensi yang sangat besar, didukung dengan semakin terjangkaunya harga tiket pesawat dan meningkatnya daya beli masyarakat.

Tidak seperti di negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Singapura, dsb, Masyarakat Indonesia masih sangat mengandalkan pembelian tiketnya melalui travel agent dibanding membeli langsung secara online. Faktor kepercayaan terhadap transaksi online dan faktor sosial masih sangat mempengaruhi masyarakat Indonesia sehingga lebih memilih membeli tiket melalui travel agent ketimbang melakukan pembelian tiket sendiri secara online. Disinilah peran agen penjual tiket dibutuhkan.

 Apa Kata Agen?